Plato adalah seorang filsuf Yunani. Terlahir pada tahun 428 SM di Athena, Yunani dengan nama Aristokres. Lahir dari salah satu keluarga plitik dengan ayah yang keturunan raja terakhir Athena dan ibu yang merupakan keturunan peletak dasar hukum Athena  Layaknya anggota keluarga politik berotak cemerlang, Plato pernah menekuni berbagai bidang. Antara lain pernah memenangkan kejuaraan gulat dalam Pekan Isthimian sehingga ia dikenal sebagai jago gulat dan mendapat julukan Plato namun gagal lolos ke Olimpiade. Ia pun pernah mencoba menjadi penyair tragedi namun gagal membuat para juri terkesan. Kegagalannya nyaris membuat Plato memutuskan untuk hidup sebagai pegawai negeri. Namun pertemuan dengan Socrates mengubah segala pandangan hidupnya. Sejak saat itu selama sembilan tahun berikutnya, ia berguru pada Socrates yang berhasil membuka mata Plato akan kemampuan intelektual yang tak pernah ia sadari.Dua tahun kemudian setelah kaum demokrat memenangkan kembali pengaruh kekuasaan setelah sebelumnya direbut oleh Dewan Tiga Puluh Tiran, Socrates terkena dakwaan melanggar susila dan merusak kaum muda sehingga harus menghadapi hukuman mati.

Hubungan yang sangat dekat dengan Socrates menempatkan Plato pada posisi berbahaya sehingga ia melarikan diri dari Athena. Selama masa pelarian, Plato berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk berguru. Pada awalnya Plato tinggal bersama Euclides, salah seorang murid Plato dengan logika ngejelimet di Megara selama tiga tahun sebelum kemudian melanjutkan perjalanannya ke Kyrene, Afrika Utara untuk belajar kepada pakar matematika, Theodorus. Ia pun melanjutkan perjalanan ke Mesir sampai ke Sisilia. Saat berada di Sisilia, Plato menjadi teman dekat Dion, saudara ipar Dionysius, penguasa Syracuse, seorang perwira tentara, dan seorang tiran yang berambisi akan kesusastraan. Dion pernah mengajak Plato menemui Dionyius dengan harapan dapat diangkat sebagai filsuf istana. Namun darah bangsawan Athena yang mengalir dalam dirinya membuatnya tidak cocok dengan cara-cara picik yang berlaku di istana Syracuse

Suatu saat, Dionysius dan Plato bertemu untuk mendiskusikan filsafat. Percikan api permusuhan tak dapat dihindari sehingga Plato terpaksa menunjukan cacat pada pemikiran Dionysius dengan berkata bahwa ia berbicara seperti seorang tiran. Ucapannya membuat Dionysius menjadi seorang tiran dan menggiring Plato ke sebuah kapal yang hendak berlayar ke pulau kelahirannya, Aegina, untuk dijadikan budak belian. Sempat muncul ketakutan untuk menghidupi diri dengan bekerja secara fisik karena dirinya yang terlanjur mencap diri sebagai kalangan intelektual. Namun segera saja, teman lama Plato yang kaya, Anniceris, menebusnya dengan harga dua puluh mina dan mengirim kembali Plato ke Athena dengan bekal uang yang cukup banyak untuk mendirikan sekolah sebagai ungkapan kegembiraan bertemu kembali dengan sang filsuf

Pada tahun 386 SM, Plato membeli sebidang tanah di kawasan hutan kecil Akademe yang berjarak satu mil sebelah barat laut Athena dan membuka akademia yang dianggap sebagai universitas pertama. Di tempat itu pulalah, ia berhasil mengumpulkan sekelompok pengikut. Namun sekarang ini, belukar Akademe hanyalah tanah kosong terbengkalai yang penuh dengan graffiti di tempat duduknya. Bekas bangunan akademia maupun rumah Plato sendiri sudah punah

Pada masa ia memiliki akademia, ia menghasilkan karya terbaiknya, Republica, yang memuat ide republik ideal ala Plato. Beberapa ide republik ideal tersebut antara lain, tak akan ada hak kepemilikan maupun perkawinan, anak-anak akan diambil dari ibu mereka begitu mereka dilahirkan dan akan dididik secara komunal sehingga anak-anak itu akan menganggap negara sebagai orang tua mereka dan rekan sebaya dianggap sebagai saudara. Setelah ditempa dua puluh tahun, para “peserta wajib militer” hanya boleh mendengarkan mars militer untuk menanamkan kepercayaan dan kecintaan terhadap Negara. Pemikiran aneh diatas membuat banyak orang mempertanyakan masa kecil Plato sendiri. Selain itu Plato memiliki kerangka pemikiran akan pendidikan yaitu pada usia dua puluh tahun, peserta didik yang tidak menunjukkan kekuatan fisik, keunggulan musik maupun kepandaian intelektual akan diarahkan untuk menjalankan tugas-tugas sepele sebagai abdi masyarakat. Sedangkan para mahasiswa dengan kelebihannya, ditugaskan mempelajari aritmatika, geometri dan astronomi. Bagi mereka yang tidak tahan aritmatika akan ditugaskan ke bidang kemiliteran sehingga hanya tersisa yang terhebat dari yang terhebat. Mereka yang tersisa memiliki kehormatan utnuk mempelajari filsafat sehingga pada saat berusia lima puluh tahun, mereka siap menjalankan pemerintahan. Dengan menjalani hidup komunal dan tidak memilki minat pribadi, niscaya mereka tak bisa disuap

Pemikiran Plato jelas membawa malapetaka dimana akan memunculkan mimpi buruk bernama totalitarisme yang akan mengembangakan dengan segera metode brutal untuk mempertahankan rezim tersebut. Plato kerap kali melakukan atau menggunakan hal-hal yang dilarang, seperti syair dan agama. Meski tampak jelas kelemahan dari fantasi dahsyat Plato, republik ideal ala Plato terbentuk selama satu ilenium pada abad pertengahan dan melahirkan faham komunis dan fasisme

Pada tahun 367 SM, Dion mengabarkan bahwa Dionysisus telah meninggal dan menyarankan agar Plato membentuk Dionysisus Muda yang saat itu menjadi tukang kayu raja karena diwanti oleh ayahnya agar tidak terburu-buru menduduki tahta untuk menjadi filsuf raja karena pikirannya belum dikotori oleh gagasan lain. Plato pun pergi ke Syracuse, Sisilia untuk mengunjungi Dionysius Muda dalam usia 61 tahun. Sejumlah kalangan istana masih ingat terhadap omong kosong Plato saat kunjungannya pertama kali. Dalam beberapa bulan saja, mereka telah menuntut Plato dan Dion sebagai pengkhianat. Menghadapi kemelut itu, Dionysius Muda mengasingkan Dion dan menahan Plato di Syracuse dengan harapan Plato tidak akan membicarakan hal-hal buruk mengenai dirinya seandainya kembali ke Athena

Dengan sedikit rekayasa, Plato pun berhasil melarikan diri dan kembali ke Akademia

Kepergian Plato membuat Dionysius Muda merasa kehilangan karena ia amat menikmati percakapannya mengenai filsafat meski tidak bermaksud menerapkannya dan ia menemeukan figur ayah dalam diri Plato. Sang raja muda terus merengek agar Plato agar kembali ke Syracuse. Ia  bahkan mengirimkan utusan dengan kapal perang tercepat untuk meberitahukan ancamannya bahwa ia akan menyita seluruh barang Dion di Syracuse jika plato tidak datang menengoknya. Plato merasa akan kembali menjadi tahanan Syracuse dimana ia harus menolak makanan ala Italia. Namun ia diselamatkan di kapal yang mengangkutnya oleh seorang pengikut Phytagoras dari Taranto. Dengan bantuan para budak kapal yang mendayung mati-matian karena takut dicambuk, filsuf tua itu kembali ke tempat aman di Athena

Beberapa tahun kemudian, Dion menyerang Syracuse, menggulingkan Dionysius Muda dan mengambil alih kekuasaan. Ia tidak mempraktekan republic Plato melainkan keadilan platonic. Tak berapa lama, Dion digulingkan dan dibunuh oleh salah satu murid Plato. Demikianlah akhir Plato dalam kancah politik